Mengapa manusia disebut sebagai makhluk yang paling sempurna diantara makhluk ciptaan Allah lainnya ?. Salah satunya adalah karena manusia memiliki "kebebasan hati" untuk memilih jalan kehidupannya. Manusia memiliki kemerdekaan hati untuk mengarahkan pilihan jalan hidupnya. Kemerdekaan dan kebebasan hati inilah yang tidak dimiliki oleh makhluk-makhluk ciptaan Allah lainnya.
Sesungguhnya dihadapan setiap manusia telah terbentang dua pilihan jalan kehidupan. Manusia diberikan kebebasan sepenuhnya untuk memilih, apakah kita akan memilih jalan keberhasilan atau kegagalan, memilih jalan kehidupan positif atau kehidupan negatif, memilih memiliki motivasi tinggi atau dikendalikan kemalasan, memiliki keberanian atau ketakutan, dll. Kita sendirilah yang menjadi penguasa hati kita sendiri.
Kita sendirilah yang sepenuhnya mengendalikan hati kita dan akan kita arahkan untuk memilih jalan mana yang akan ditempuh. Apakah akan memilih mengarahkan hati mengikuti tarikan positif "nilai-nilai spiritualisme" atau mengikuti tarikan negatif "nilai-nilai materialisme". Apapun yang akan kita pilih, dapat memberikan pengaruh terhadap pikiran, sikap, tindakan, perilaku dan langkah-langkah yang akan kita lakukan dalam kehidupan ini. Dan hal itu yang akan menjadi sebab atau menciptakan hasil yang akan diperoleh dalam kehidupan nantinya.
Secara fitrah, kebanyakan manusia memiliki kecenderungan untuk selalu berusaha memenuhi eksistensi diri dan kesempurnaan dirinya. Sayangnya, kebanyakan manusia modern sekarang ini kurang menyadari dan seringkali salah dalam mengekspresikan simbul-simbul eksistensi diri, kesuksesan diri dan kesempurnaan dirinya, melalui berbagai simbul-simbul keberhasilan dan melalui berbagai pencapaian-pencapaian yang lebih bersifat materialisme duniawi semata.
Banyak manusia yang kurang memahami telah salah dalam memaknai eksistensi kesuksesan dirinya, kesempurnaan dirinya dengan menempatkannya dalam simbul-simbul duniawi semata dan mengabaikan nilai-nilai spiritualitas dalam dirinya. Inilah yang menjadikan banyak orang yang terjebak hanya mementingkan satu sisi kehidupan dunia semata.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar